Di antara nol dan satu,
Kutitipkan sebuah nama.
Dalam barisan logika yang dingin,
Kurangkai sebuah doa yang hangat.
Setiap loop adalah dzikir,
Setiap fungsi adalah munajat.
Berharap semesta mengompilasi,
Kerinduan yang tak pernah tamat.
Loading...
"Di antara nol dan satu, kutitipkan sebuah nama. Dalam barisan logika yang dingin, kurangkai sebuah doa yang hangat..."
Loading views...
Di antara nol dan satu,
Kutitipkan sebuah nama.
Dalam barisan logika yang dingin,
Kurangkai sebuah doa yang hangat.
Setiap loop adalah dzikir,
Setiap fungsi adalah munajat.
Berharap semesta mengompilasi,
Kerinduan yang tak pernah tamat.
Setiap karya punya nyawanya sendiri di mata pembaca. Bagaimana dengan yang satu ini?